Jogja – Will always love you ..

Trip ini udah luamaaaaaaaaaaaa bangeeettt. Sudah hampir sekitar 6 bulan yang lalu. Baru bisa posting karena baru jadi tulisan saya juga !! hehee.. Maklum, saya salah satu orang yang beruntung, tidak 24 jam ketemu dunia maya, tapi ketemunya dunia nyata.

Trip ini berlangsung cuma 3 hari. Bahkan kurang dari 3 hari. Ya, karena saking singkatnya, kami menamainya ‘mampir’, bukan liburan atau perjalanan. Harap dimaklum, kami berlima (perjalanan berangkat sih 6 orang), sama-sama aktifis baik akademik maupun organisasi. Lagian liburan ini kami modal nekat karena sama-sama ga punya uang, tapi jenuh karena kegiatan sehari-hari. So, Jogja is the best place for us !!

Kami berangkat ber6 dari Bandung (saya, yogi, tyas, galih, rizal, dan rivan) naik ka.kahuripan dengan biaya murmer (murah meriah). Hanya Rp. 35.000,-/orang kami sudah bisa berangkat dari stasiun Kiaracondong-Bandung sampai tujuan akhir stasiun Lempuyangan-Bandung. Pukul 20.40 (kalo 08.40 sih masuk kuliah) WIB kami berangkat bersama.

Kisah sedihnya, berhubung waktu itu Galih, si sang pembeli tiket linglung, harusnya berangkat tanggal 2 Maret, sementara dia belinya tanggal 3 Maret, jadinya tiket ditukar pada calo. Alhasil tempat duduk kami terpisah-pisah. Bahkan ada sebagian yang ga dapet tempat duduk dan harus berdiri. Rrrrrrrr.. But selooowwww.. Jiwa kami hampir-hampir mental petualang (mental petualang atau mental penumpang gelap mba??!!)

Sampai di Jogja sekitar pukul 06.30 pagi di stasiun Lempuyangan waktu setempat (Jogja tu ikut waktu mana sih??), niatnya kami langsung beli tiket pulang untuk hari minggunya. Ternyata eh ternyata, tiket ludes tak bersisa bahkan untuk kami para penumpang gelap. Terpaksa kami harus mencari tiket lain (entah bus, pesawat, travel atau kapal api) untuk pulang.

Tapi yaaaa dasarnya kami para pemikir keras. Kami tidak bisa berpikir tanpa yang keras-keras masuk dulu ke perut kami (heheee..). Akhirnya pilihan jatuh pada nasi sego kucing depan stasiun Tugu. Di sana kami makan porsi maung (macan) meskipun satu bungkusnya porsi kucing baru lahir.. Hehee..

Setelah perut terisi, kami malah malas berpikirr.. hehehe (ya begitulah pemikir keras). Saya langsung menghubungi kakak saya (mas Ari) yang saat itu ada di Jogja, di rumah keluarga istrinya (mba Dina). Dan dengan baik hati serta tidak sombong, kakak saya yang unyu-unyu itu akhirnya memesan tiket kami untuk kembali ke Bandung.

Beranjak dari nasi sego kucing, kami berangkat menuju monjali (Monumen Jogja Kembali) menggunakan Trans Jogja. Sedikit berkomentar, menaiki Trans Jogja menjadi satu keasyikan tersendiri untuk kami. Meskipun kami baru mencoba transportasi lokal itu sekali, tapi kami merasa nyaman. Pertama karena busnya yang wangi. Kedua karena shuttle-nya yang bersih. Ketiga karena pegawainya yang ramah. Dan yang terakhir yang paling penting, karena penggunanya yang tertib. Jauh kalah dibanding Busway di Jakarta.

Kami ke Monjali bukan untuk masuk dan berwisata di dalamnya. Kami ke sana karena monjali adalah tempat patokan sebelum menuju rumah kakak ipar saya (rumah keluarganya mba Dina). Tapi sekali lagi karena jiwa kami petualang, pose foto tetap eksis. Sambil menunggu jemputan kakak saya, kami berfoto-foto di depan palang “Monumen Jogja Kembali”. Meskipun ga masuk, setidaknya pernah popotoan laaahh yaaaa.

Sesampainya di rumah keluarga mba Dina, kami istirahat dengan disuguhkan teh manis dan beberapa kue khas Jogja. Tapi karena kami sungguh sudah sangat lelah, kami-pun ingin beranjak cepat-cepat ke penginapan yang letaknya tidak jauh dari rumah mba Dina. Kami tidak menginap di rumah mba Dina, dikarenakan mba Dina dan mas Ari akan menggelar hajatan, maka kami lebih memilih menginap di penginapan daripada harus menambah kerepotan keluarga mba Dina.

Penginapan yang kami tempati memang di luar dugaan. Kami memang menyewa satu rumah (seperti villa) dengan 2 kamar, 1 ruang tamu, dan 1 kamar mandi. Biayanya Rp.500.000/rumah dengan mendapat breakfast dan cemilan. Tapi….. WOOOOOWWWW !!! It’s like a hoteeell… heheee. Enak super duperrr lah. Reccomended banget untuk yang mau liburan di Jogja dengan budget terbatas tapi mau yang se-comfortable mungkin.

Mandii mandiiiii.. Makan makaaannn.. Tidurr tidurrrr… Pukul 1 siang kami-pun siap untuk menjelajahi Jogja dengan muka sudah kece! Hehee.. Tapi tetap, Maliobro yang sudah kami singgahi waktu awal tiba (pas makan di sego kucing), lagi-lagi menjadi pilihan kami untuk makan siang. Menikmati gudeg sambil makan lesehan ditemani dengan genjrang genjreng musisi jalanan Jogja punya. Ga ada yang kayak gini niiihh di Bandung !!

Lagi-lagi pilihan transportasi kami adalah Trans Jogja. Kami bela-belain tuh jalan kaki (memang penginapannya agak jauh dari jalan besar) untuk naik Trans Jogja. Yaaaa sudah terlanjur nyaman memang.. Tapi di perjalanan kami berlima harus berpisah dengan Rivan (dulu sih waktu di Jogja deketnya sama Tyas, tapi sekarang pacarannya malah sama saya.. heheee..), karena dia harus sekolah caving di ASC (ga tau kepanjangannya apa. hehehee…). Jadilah kami berpetualang di kota dengan logat yang jelas berbeda dengan logat kami.

Setelah kenyang (makan dan muter-muter), sekitar pukul 18.30, kami harus kembali ke rumah mba Dina untuk menghadiri pengajian tujuh bulanan calon ponakan saya (sekarang sih udah lahir dan lucu kayak saya !!). Kegilaan kembali menerpa kami. Karena sang bapak penceramah menggunakan BAHASA JAWA dalam menyampaikan pesan-pesannya. Kontan kami hanya sibuk makan, ngobrol sendiri, dan lebih banyak ketawa cekikikan ketimbang dengerin bapak penceramah yang terhormat. Bukan karena ga sopan, GA NGERTI boss!!

Selesai pengajian, kami diantar oleh orang tua saya pulang ke penginapan. Tidur dan mempersiapkan diri untuk travelling esok hari.

Keesokannya, kami pamit dari rumah mba Dina dan dengan diantar (bukan diantar jg sih, karena mamah-papah saya jg mau belanja di Maliobro) kami pun berangkat ke Maliobro. Cuaca Jogja saat itu adem adem hareudang (adem tapi panas) karena kami orang Bandung (ciiiieee ngaku-ngaku orang Bandung…) terbiasa dengan cuaca semi dingin.

Karena kami sudah dapat tiket pulang (jam 17.00 kami sudah harus tiba di terminal), kegiatan petualangan kami-pun terbatas. Sementara banyak tempat yang ingin kami kunjungi. Akhirnya kami berbelanja di Maliobro hanya sekitar 1,5 jam. Setelah itu kami bersiap-siap naik Trans Jogja lagi menuju Candi Prambanan (karena jarak tempuhnya paling sebentar).

Sampai di Candi Prambanan kami tiba pukul 13.30 waktu setempat. Dengan cepat kami masuk dan foto-foto di dalam Candi. Keluar-masuk candi anak hanya karena ingin bertemu Candi Roro Jonggrang (tapi sampai sekarang ga tau yang mana..). Meskipun jam 3 sore kami sudah harus out dari Candi Prambanan karena bis pulang sudah harus berangkat pukul 17.00. Puas tidak puas, kami tetap menikmati megahnya candi Prambanan.

Dengan menggunakan Trans Jogja (again!!), kami berhasil sampai di terminal bus Jombor pada pukul 16.00. Lebih awal 1 jam dari yang kami perkirakan. Karena perut lapar akibar liburan yang dikejar waktu, kami-pun memutuskan untuk makan siang di dalam terminal. Menu spesial kami pilih murah meriah, soto ayam.

Sekitar pukul 17.00 bus yang akan membawa kami ke Bandung akhirnya tiba di terminal Jombor. Dengan bekal botol 1,5 liter air putih, kami menaiki bus dengan rasa sedikit kurang puas karena singkatnya liburan kami. Dan kamipun terlelap dalam tidur ketika baru setengah jam duduk nyaman di atas bus.

Jogja selalu memberi sensasi tersendiri di setiap sudutnya. Saya terhitung sering singgah di kota pelajar tersebut, entah berkunjung ke rumah saudara, atau hanya berlibur. Yang jelas, Jogja selalu menghadirkan kenangan yang tak terhingga dan surprise yang tak di duga dalam setiap kunjungan saya..

Semoga Jogja kembali bisa saya datangii… amin.

Ps :

Bonus buat temen-temen penikmat tulisan di blogg saya, sekuntum mawar merah datang dari teman saya, Rizal. Maaf mungkin foto ini membuat anda sedikit wasir, panu, kudas, atau gatal-gatal.. Hahahahaaa…

One thought on “Jogja – Will always love you ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s