Saya dan Ketidakmauan Saya

“Setiap saya mendaki gunung, saya selalu berpikir, untuk apa saya melakukan ini semua. Capek. Habis uang. Rugi waktu. Tidak ada hal ‘real’ yang bisa saya dapatkan karena melakukan semua ini. Tapi ketika saya tiba di puncak, semua penyesalan saya ketika mendaki tiba-tiba hilang dalam sekejap. Dan ketika saya turun, hal yang terpikir oleh saya hanya satu –> ‘gunung mana lagi yang bisa saya jejaki??'”

Perkataan di atas adalah perkataan saya yang sampai saat ini saya ga tau alasannya kenapa berbicara seperti itu. Awalnya saya menyukai naik-turun gunung dari organisasi pecinta alam (GANDAWESI KPALH KM FPTK UPI), karena pada saat Pendidikan Dasar, saya ‘dipaksa’ untuk naik-turun gunung, bahkan 2 gunung dalam waktu 13 hari (jelas prestasi untuk saya).

Sampai pada akhirnya saya menjadi Anggota Muda dari organisasi tersebut, mengharuskan saya juga untuk mengikuti masa bimbingan yang disebut PPNIA (Program Pengambilan Nomor Induk Anggota). Sebenarnya dalam PPNIA tidak semua naik gunung. Hanya satu gunung. Tapi di program inilah saya mengenal (yang sampai saat ini menjadi sahabat baik saya) yaitu Galih Yusuf Laksana.

Dia yang mengajarkan saya bagaimana mengukur potensi diri dengan cara naik-turun gunung. Meskipun tidak banyak gunung yang telah saya jelajahi bersamanya. Tapi dari dia saya belajar banyak hal tentang kehidupan. Semangat mudanya sangat berkobar. Orangnya sangat easy going. Seberapapun masalah dalam hidupnya, sebisa mungkin tidak menjadi beban. Dia orang yang sangat friendly yang pernah saya kenal. Sehingga tiba-tiba, saya ingin jadi seperti dia.

Awalnya saya sangat tidak menyukai naik-turun gunung. Alasannya simple, CAPEK!! Jangankan naik gunung, jalan jauh-pun sudah membuat saya menggerutu sepanjang hari. Apalagi ketika mau naik gunung, saya harus melewati berbagai latihan fisik agar menunjang stamina saat naik gunung. And that’s the annoying point!! Udah sebelumnya capek, hari-H nya capek, sesudahnya-pun juga capek!!

Tapiii itu dia, saya memang melaksanakan mabim (atau PPNIA disebutnya) secara terpaksa, mau ga mau, suka ga suka. Alasannya saya cuma ingin bersama teman-teman seangkatan saya pada kegiatan itu. Tidak ada target lain. Dan dengan sedikit icon seperti Galih, emmm… membuat saya sedikit termotivasi untuk naik gunung.

And then… setelah proses yang panjang, saya berhasil dengan sedikit (banyak) tantangan untuk naik-turun gunung. Mulai ke sini, bukan cuma Galih yang jadi motivasi utama saya. Tapi ada Ningtyas Utami (wanita berbadan selembar, tapi tidak pernah takut pada apapun : kecuali air) dan Rivan (saat ini jadi pacar saya, heuheu) yang sangat memotivasi saya secara tidak langsung lewat figure mereka. They’re my inspiration.

The best point in there, is not the mountain we conquer, but ourselves!! Saya sering mencoba banyak kegiatan lain. Dari pramuka, paskibra, dance, cheers, diving, tapi ga ada yg lebih bermakna daripada naik gunung. Kegiatan itu memang membunuh ego kita masing-masing. Mental, fisik terkuras secara bersamaan. Dan entah kenapa saya yakin, yang merubah saya sampai seperti ini, mungkin salah satunya adalah kegiatan naik-turun gunung yang saya jalani.

Mungkin tulisan saya ini banyak menimbulkan patahan kata (bukan yang dari pendaki gunung), tapi saya jujur dan memang ini yang saya alami. Saya mengalami perubahan sifat yang sangat drastis. Dan mungkin hanya saya dan Tuhan yang tau apa itu.. Dan memang dengan berat hati saya harus akui (ehem ehem) saya mulai menyukai kegiatan ini..

Yang jelas, jika kalian tidak percaya bahwa naik-turun gunung dapat merubah sifat dan sikap, silahkan coba sendiri. Jangan mencoba naik gunung yang tinggi, atau jauh, atau sulit. Cobalah dari gunung dengan ketinggian rendah. Tapi tantangan terbesar adalah, jangan coba-coba mengeluh. Do you wanna try, guys??!!

Image

*Gunung Rinjani – Lombok

Team Ekspedisi Gunung Rinjani : (ki-ka)

Galih Yusuf Laksana, M. Yogi Febdiandi, Fahruk Mukti Bahtiar, Rizal Zaenal, Samsul Azis, Gilang Purnama

Mira Maryanti, Osianni Pertiwi (saya), Ningtyas Utami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s